Fungsi & Keterangan Make Instal, Rpm, Nano, Vi, Config, tmp home & pico

April 9, 2008

make install

hanya sedikit program yang dapat dikonfigurasi dengan menu dan skrip. Dalam beberapa kasus, Anda

harus melakukan perubahan pada berkas konfigurasi secara manual. Kesalahan dalam penulisan berkas

konfigurasi menyebabkan Anda melakukan restart pada proses konfigurasi.

RPM adalah singkatan dari RedHat Package Manager, sebuah paket program yang dikembangkan dengan maksud mempermudah proses manajemen paket program di sistem operasi Linux, misalnya menginstalasi paket, menguninstalasi, melihat informasi paket, dan sebagainya.

RPM dikembangkan oleh para insinyur RedHat namun saat ini RPM telah banyak dipakai oleh distribusi-distribusi Linux, tidak hanya terbatas pada RedHat, SuSE, Mandrake, Trustix Merdeka adalah beberapa contoh di antaranya. Mungkin dapat dikatakan bahwa RPM adalah standar defacto untuk pemaketan aplikasi / Salah satu utilitas yang paling powerful dan inovatif dari RedHat Linux.

Menggunakan RPM

sebuah software yang digunakan dalam distribusi Red Hat dan distribusi lain yang merupakan turunan dari Red Hat untuk mengatur paket-paket program yang diinstal. RPM memudahkan dalam menginstal, menghapus maupun mengupgrade paket-paket yang ada dalam sebuah sistem.

Sebuah program yang dijalankan dalam sistem Linux seringkali terdiri dari ratusan file yang harus ditempatkan pada lokasi tertentu, dengan RPM, pekerjaan instalasi, upgrade dan menghapus program tersebut akan menjadi jauh lebih mudah. File-file program, dokumentasi, keterangan mengenai program, dimana file-file program itu nantinya akan diletakkan pada waktu instalasi, berapa ruang hard disk yang diperlukan, paket-paket RPM lain yang dibutuhkan supaya paket tersebut dapat berjalan dan seterusnya dijadikan satu dalam sebuah paket RPM. Ketika sebuah paket RPM diinstal, secara otomatis RPM akan memeriksa apakah sistem tersebut sudah memenuhi syarat untuk program yang akan diinstal dapat berjalan dengan baik, kemudian menjalankan script sebelum dan sesudah program diinstal supaya program tersebut dapat berjalan.

RPM juga memiliki sebuah database yang berisi catatan mengenai file-file dan paket-paket yang sudah terinstal dalam sistem sehingga dapat dengan mudah diketahui paket mana yang sudah terinstal, sebuah file termasuk dalam paket yang mana dan seterusnya. Hal-hal tersebut sangat memudahkan user dalam mengatur program-program dalam sebuah sistem. Penamaan paket RPM memiliki standar tersendiri sebagai berikut:

(nama)-(versi)-(build).(platform).rpm

misalnya:

ymessenger-0.99-11.i386.rpm

dimana 0.99 adalah versi dari paket tersebut dan 11 adalah versi build nya, i386 berarti paket tersebut adalah versi untuk mesin intel 386 keatas.

Teknologi RPM adalah sebuah cara yang paling mudah untuk melakukan instalasi, uninstalasi, ugrade, query, verify dan mem-build.

paket software

Paket software RPM adalah sebuah arsip dari file-file dengan beberapa informasi yang berhubungan dengan file-file tersebut, seperti nama, versi dan deskripsinya.

Berbeda dengan cara tradisional menggunakan file tar.gz, metode RPM membuat user tidak direpotkan masalah manajemen file seperti letak file, direktori dsb.

Untuk menjalankan RPM sangat mudah, berikut ini adalah perintah umum untuk:

In stall

Upgrade

Uninstalasi

rpm -e [option] [nama_paket]

Untuk uninstalasi tidak dipakai nama paket RPM tapi nama paket itu sendiri. Dependency error juga terjadi bila paket yang ingin di uninstalasi dibutuhkan oleh program lain. Gunakan – -nodeps bila ingin tetap menghapusnya. Untuk uninstalasi ini sebaiknya dilakukan dengan meng-uninstalasi paket-paket sesuai urutan dependency-nya

Query

rpm -q [option] [nama_paket]

misal:

rpm -ql kernel

Option l menampilkan semua file yang dimiliki oleh paket kernel.

Verify

rpm -V [nama_paket]

misal:

rpm -V bash

Verify digunakan untuk mendeteksi bila terdapat masalah saat instalasi. RPM akan membandingkan paket yang telah di instalasi dengan informasi yang terdapat pada file paket RPM aslinya. Bila tidak ada kesalahan, RPM tidak menampilkan sesuatu

Penggunaan RPM
Berikut ini akan diuraikan secara singkat beberapa pemanfaatan RPM yang umum dijumpai.

1. Instalasi Paket binary (.rpm)
Untuk menginstalasi paket dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :

$ rpm -ivh

Berikut ini adalah contoh penggunaannya:

$ rpm -ivh nano-0.9.25-1.i386.rpm

2. Instalasi Paket source (.srpm)
Untuk menginstalasi paket srpm, pertama-tama anda harus menginstalnya dengan cara yang sama dengan menginstalasi paket binary

$ rpm -ivh

contoh :

$ rpm -ivh man-pages-id-0.1.1tm.src.rpm

kemudian anda berpindah direktori ke direktori /usr/src/redhat/SPECS

$ cd /usr/src/redhat/SPECS

lalu berikan perintah berikut:

$ rpm -bb nama_paket.spec –clean

contoh :

$ rpm -bb man-pages-id.spec

Tunggu beberapa saat, karena paket tersebut sedang di-build.

Di direktori

/usr/src/redhat/noarch

akan terdapat file “nama_paket.rpm”. Anda selanjutnya dapat menginstalasi paket tersebut dengan cara sebagaimana tersebut di atas.

Catatan : biasanya paket yang telah anda build akan berada di direktori /usr/src/redhat/RPMS/i386. Paket di atas karena merupakan paket manual maka tidak ditentukan arsitektur mesinnya (i386 atau yang lainnya).

3. Uninstalasi Paket
Untuk menguninstalasi paket dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

$ rpm -e

contoh

$ rpm -e nano

4. Upgrade Paket
Upgrade paket dilakukan jika anda telah memiliki versi terdahulunya dari suatu paket. Misalnya saya telah memiliki paket gnupg-1.0.0.i386.rpm terinstalasi di komputer saya, sekarang saya ingin memperbaharuinya dengan versi yang lebih baru karena adanya bugs di versi terdahulu, hal ini dapat dilakukan dengan cara:

$ rpm -Uvh

5. Melihat Seluruh Paket rpm yang terinstalasi
Untuk melihat seluruh paket rpm yang terinstalasi di komputer kita dapat dilakukan dengan memberikan perintah query ke RPM sebagai berikut:

$ rpm -qa

di layar akan tampil nama-nama paket program yang terinstalasi dengan cepat, mungkin lebih baik jika hasilnya dimasukkan ke dalam file:

$ rpm -qa > aplikasiku

untuk melihat aplikasi-aplikasi yang terinstalasi, dapat dibaca pada file aplikasiku.

Coba jalankan perintah berikut:

$ rpm -qa | wc -l

Hasilnya adalah jumlah aplikasi program yang terinstalasi di komputer anda.

6. Melihat Informasi Paket Yang Terinstalasi
Jika anda ingin mengetahui informasi mengenai deskripsi suatu paket, siapa yang memaketkannya, dan berbagai informasi lain, dapat dilakukan dengan cara berikut:

$ rpm -qi

perhatikan bahwa tidak perlu diberi akhiran rpm. Setelah itu akan tampil di layar informasi yang anda minta.

Selain itu anda juga dapat mengetahui file-file apa saja yang disertakan pada suatu paket dengan cara memberikan perintah berikut:

$ rpm -qil

7. Melihat Informasi Paket yang Belum Terinstalasi
Ada kalanya anda ingin mengetahui informasi mengenai suatu paket, namun paket tersebut tidak ingin anda instal dulu, apakah hal ini bisa dilakukan dengan RPM?

Jawabnya adalah “Ya”. Caranya adalah tambahkan option “p” sebagai berikut:

$ rpm -qipl

Referensi
* Manual RPM online bisa dilihat dengan perintah “man rpm”
* Ed Bailey, Maximum RPM, (www.rpm.org)

Menggunakan RPM
RPM dapat diakses dengan menggunakan baris perintah ataupun dengan menggunakan interface grafik dengan program tambahan seperti kpackage, gnorpm, glint.

Keuntungan menggunakan baris perintah adalah tidak terikat pada desktop environment yang ada, dapat digunakan pada komputer yang tidak memiliki Xwindows dan dapat menggunakan wildcard untuk menginstal beberapa paket sekaligus. Untuk melakukan instalasi biasanya harus digunakan user root.

Pada bagian berikut hanya akan diterangkan penggunaan RPM dengan menggunakan baris perintah.

Menginstal Paket
Untuk menginstal paket baru digunakan perintah RPM sebagai berikut:

# rpm i namapaket.rpm

yang harus diperhatikan pada waktu menggunakan perintah diatas, nama file harus diketik dengan lengkap, perhatikan contoh berikut:

# rpm i ymessenger-0.99-11.i386.rpm

dengan menggunakan perintah diatas, paket akan diinstal tanpa mengeluarkan output apa-apa, untuk melihat paket apa saja yang diinstal, tambahkan parameter v (verbose) sehingga perintahnya akan menjadi seperti berikut:

# rpm iv ymessenger-0.99-11.i386.rpm

perintah diatas hanya akan menampilkan paket-paket yang diinstal, untuk dapat melihat proses instalasinya, tambahkan parameter h (hash), perintahnya akan menjadi sebagai berikut:

# rpm ivh ymessenger-0.99-11.i386.rpm

biasanya perintah terakhir diatas yang paling umum digunakan untuk melakukan instalasi. Untuk dapat melihat secara mendetail, file apa saja yang diinstal dalam sistem, gunakan perintah:

# rpm ivv ymessenger-0.99-11.i386.rpm

Instalasi paket RPM juga dapat dilakukan melalui network. RPM memiliki program FTP dan klien Web yang dapat digunakan untuk mengambil paket RPM di internet atau intranet. Jika sistem yang digunakan terhubung dalam sebuah jaringan internet atau intranet, dapat digunakan perintah berikut:

# rpm ivh ftp://ftp.redhat.com/path/namapaket.rpm
# rpm ivh http://di.intranet.com/path/namapaket.rpm

Memeriksa Paket Terinstal
RPM juga dapat digunakan untuk memeriksa paket yang sudah terinstal, hal ini digunakan untuk memeriksa apakah ada file yang berubah atau hilang karena adanya kesalahan sistem atau kerusakan harddisk, dapat pula digunakan untuk melacak adanya pengguna sistem yang tidak diinginkan yang mengacak-acak sistem. Untuk melakukannya, gunakan perintah:

# rpm V namapaket.rpm

parameter V diatas ditulis dengan menggunakan huruf besar, contoh:

# rpm V ymessenger-0.99-11.i386.rpm

atau untuk memeriksa semua paket RPM yang terinstal dalam sistem cukup gunakan perintah:

# rpm Va

perintah ini akan memeriksa dan mencocokkan MD5 sum, ukuran file, symbolic link, waktu modifikasi terakhir, device, user, grup dan hak akses.

Kadang perbedaan memang ada, seperti misalnya ketika kita mengedit sebuah file konfigurasi, tentunya akan ada perubahan ukuran dan waktu modifikasi jika diperiksa dengan menggunakan perintah diatas.

Tetapi biasanya file binary tidak berubah, jadi harus diwaspadai ketika ada perubahan pada file /bin/login, kemungkinan sistem tersebut sudah pernah dimasuki oleh orang-orang yang tidak diinginkan.

Mengupgrade Paket
Untuk melakukan upgrade versi baru pada paket yang sudah terinstal, digunakan perintah:

# rpm Uvh namapaket.rpm

perlu diperhatikan bahwa parameter U harus ditulis dengan huruf besar, contohnya sebagai berikut:

# rpm Uvh ymessenger-0.99-11.i386.rpm

perintah diatas tetap akan menginstal paket walaupun sebelumnya paket tersebut tidak ada. Untuk mengupgrade hanya paket yang sudah ada di dalam sistem, gunakan perintah berikut:

# rpm Fvh ymessenger-0.99-11.i386.rpm

Mendowngrade Paket
Ada kalanya paket RPM yang baru tidak berjalan dengan baik karena masih memiliki bug ataupun hal lainnya sehingga harus dikembalikan ke versi lamanya, untuk memasang versi lama tersebut ke dalam sistem digunakan perintah berikut:

# rpm Uvh -oldpackage namapaket.rpm

contohnya adalah sebagai berikut:

# rpm Uvh -oldpackage ymessenger-0.99-11.i386.rpm

Menghapus Paket
Kadang ada paket yang sudah tidak digunakan dan akan dihapus dari sistem, untuk itu gunakan perintah:

# rpm e namapaket

misalnya:

# rpm e ymessenger

kadang ada paket lain yang membutuhkan file dari paket yang akan dihapus, jika ini terjadi, maka perintah diatas akan mencetak pesan kesalahan, untuk memaksa supaya paket tersebut tetap dihapus, gunakan parameter –nodeps, sehingga perintahnya menjadi seperti berikut:

# rpm e –nodeps ymessenger

Melihat Paket Terinstal
Untuk melihat paket apa saja yang sudah ada di dalam sistem digunakan perintah:

# rpm -qa

ketika perintah tersebut dijalankan, maka akan dicetak seluruh paket RPM yang terinstal di dalam sistem, untuk menampilkan hanya paket tertentu saja, perintah ini dapat digabungkan dengan perintah grep, misalnya untuk mencari paket yang mengandung kata ftp, perintahnya:

# rpm qa | grep ftp

karakter pipe (|) digunakan untuk memasukkan hasil dari perintah di sebelah kiri sebagai inputan untuk perintah di sebelah kanannya.

Melihat Daftar File dalam suatu Paket
Untuk melihat daftar file yang ada dalam sebuah paket RPM, gunakan perintah berikut:

# rpm ql namafile.rpm

contohnya:

# rpm ql ymessenger-0.99-11.i386.rpm

perintah diatas akan menampilkan daftar file yang ada dalam sebuah paket RPM.

Melihat Deskripsi Paket Terinstal
Untuk melihat deskripsi paket yang sudah terinstal dalam sistem, gunakan perintah:

# rpm qi namapaket.rpm

contohnya:

# rpm qi ymessenger-0.99-11.i386.rpm

Melihat Asal Paket dari suatu File
Untuk melihat asal paket dari sebuah file yang sudah terinstal di dalam sebuah sistem, gunakan perintah:

# rpm q –whatprovides /path/ke/file/namafile

contohnya:

# rpm q –whatprovides /opt/ymessenger/bin/ymessenger

Melihat Kebutuhan sebuah Paket
Untuk melihat sebuah paket RPM membutuhkan paket RPM apa saja untuk dapat berjalan, gunakan perintah:

# rpm qR namapaket.rpm

atau untuk paket yang belum terinstal, gunakan perintah:

# rpm qpR namapaket.rpm

contohnya:

# rpm qR ymessenger-0.99-11.i386.rpm

Masalah yang Sering Terjadi
Masalah yang sering terjadi dalam menggunakan RPM adalah ketergantungan suatu paket dengan paket yang lainnya, misalnya ketika menginstal paket A, ternyata paket A membutuhkan paket B, tetapi RPM akan memberitahu nama paket atau program yang diperlukan.

Catatlah nama paket atau program yang dibutuhkan tersebut, kemudian cari pada CD distribusinya, cari paket dengan nama yang mirip dengan nama paket atau program yang diperlukan tersebut. Ada kalanya paket yang diperlukan tersebut memerlukan paket lainnya lagi, sehingga proses ini mungkin akan menjadi panjang.

Cara lain yang dapat digunakan adalah dengan menggunakan situs RPMFind (http://www.rpmfind.net) atau RPMBone (http://rpm.pbone.net), ketikkan nama paket atau program yang diperlukan pada halaman utama situs tersebut, hasil pencarian akan menampilkan paket-paket yang berhubungan dengan paket yang dicari.

Situs tersebut juga dapat menampilkan informasi kebutuhan paket dari suatu paket RPM. Sesudah diketahui paket apa saja yang diperlukan, paket tersebut dapat di download pada situs tersebut atau dapat dicari pada CD distribusinya.

Kadang dapat terjadi juga paket-paket yang saling membutuhkan, misalnya syarat untuk paket A dapat diinstal adalah paket B, tetapi ketika paket B akan diinstal, dia membutuhkan paket A. hal ini dapat diatasi dengan menggunakan parameter –nodeps, contohnya:

# rpm ivh –nodeps namapaket.rpm

Kadang juga dapat terjadi sebuah paket dengan versi yang sama atau lebih baru dilaporkan sudah terinstal, padahal paket tersebut belum terinstal, gunakan parameter force untuk memaksa instalasi paket tersebut:

# rpm ivh –force namapaket.rpm

Hati-hati dalam menggunakan parameter –nodeps dan –force karena kadang hal tersebut akan menyebabkan program tidak berjalan dengan baik.

Kadang sebuah paket gagal diinstal karena library yang ada di dalam sistem memiliki versi yang lebih baru daripada library yang diperlukan oleh paket tersebut. Hal ini biasanya dapat diatasi dengan membuat sebuah link (shortcut) dari library yang ada dalam sistem tersebut dengan nama yang sama dengan library yang diperlukan oleh paket yang akan diinstal. Misalnya sebuah paket RPM memerlukan library yang bernama library.so.3, sedangkan library yang ada di dalam sistem adalah library.so.4 (versi yang lebih baru), untuk itu buat sebuah link dengan perintah sebagai berikut:

# ln -s /usr/lib/library.so.3 /usr/lib/library.so.4

Perintah diatas akan membuat sebuah file yang bernama library.so.3 yang merupakan link ke file library.so.4.

Setelah itu coba instal sekali lagi paket RPM tersebut. Jika library yang ada di dalam sistem memiliki versi yang lebih lama, maka library tersebut sebaiknya di upgrade. Masalah lain lagi yang jarang terjadi adalah masalah versi RPM, pada distribusi Linux versi lama, RPM yang digunakan adalah RPM versi 3 sedangkan dalam distribusi Linux yang baru, digunakan RPM versi 4. Paket yang dibuat dengan menggunakan RPM versi 4 tidak dapat dibuka pada RPM versi 3. Jika hal ini terjadi, hal yang dapat dilakukan adalah mengupgrade RPM yang ada di dalam sistem tersebut dengan RPM versi 4.

Menggunakan Midnight Commander
Midnight Commander atau sering disingkat dengan mc, adalah sebuah file manager yang berjalan di dalam Linux, paket ini sering terdapat pada distribusi-distribusi Linux yang ada. Jalankan program ini dengan mengetikkan perintah mc, setelah itu anda dapat membuka sebuah paket RPM seperti anda membuka sebuah direktori. Anda juga dapat mengkopi sebuah file dari sebuah paket RPM dengan menggunakan mc.

Nano adalah nama sebuah program sederhana tetapi amat membantu bagi mereka yang haus akan informasi. Nano dapat membantu anda mengembangkan pencarian di Internet dengan metode rujuk silang.

Editor vi

Vi adalah full screen editor, artinya editor tersebut dapat memanfaatkan

fasilitas satu layar penuh. Vi mempunyai 2 buah modus, yaitu :

• Command line

Editor vi mengintepretasikan input sebagai instruksi untuk dieksekusi oleh

editor, contoh seperti mencari teks, mengganti teks secara otomatis dan

lainnya.

• Editing

Editor vi mengintepretasikan input sebagai teks yang akan dimasukkan ke

dalam buffer editor.

Pada bagian bawah layar akan tampil teks

“INSERTING”.

Pada awal vi dijalankan, maka program memasuki command mode.

Dengan menekan tombol “i” maka akan memasuki editing. Untuk kembali ke

command mode, tekan tombol Esc

CONFIG

pada file CONFIG.SYS. Ada 2

jenis penggerak piranti yaitu jenis Block Device (Piranti Blok) dan

Character Device (Piranti karakter). Piranti Karakter adalah piranti

yang pada suatu saat menangani hanya sebuah karakter. Contohnya adalah

Keyboard, Serial Port, CRT dan printer, umumnya dinamai seperti COM,

AUX, PRN, LPT, dsb. Sedangkan piranti blok adalah piranti yang harus

mengakumulasikan sebuah blok data dan melakukan transfer data per blok

dalam suatu waktu. Contohnya adalah disk drive baik fisik maupun lo-

gik. Beberapa penggerak piranti ini sudah build in di dalam DOS seper-

ti penggerak piranti NUL, CLOCK, CON, AUX, LPT, PRN, dll.

II. Secara umum penggerak piranti harus menangani tiga buah aksi, yaitu

inisialisasi dan persiapan piranti, pengiriman data ke piranti serta

penerimaan data dari piranti. Format penulisan program penggerak pi-

ranti umumnya adalah dalam format *.SYS, *.BIN dan juga ada dalam for-

mat *.EXE. Format *.EXE merupakan sedikit kekecualian karena program

tersebut dapat dieksekusi langsung selain sebagai penggerak piranti.

Setiap penggerak piranti memiliki headernya seperti format pada *.EXE

file.

/home, /lib, & /lib<qual>

/home (optional)

Konsep standar sistem berkas yang site-specific.

/lib

Berisi shared library images yang diperlukan untuk

boot sistem dan menjalankan perintah dalam sistem

berkas root.

/lib<qual> (optional)

Alternatif dari shared library esensial


Pico

Pico adalah teks editor jenis lain yang berdasarkan pada program compose email Pine. Navigasi untuk perintahnya diletakkan di bawah dari layar. Semua karakter yang diketik langsung disisipkan ke dalam teks. Perintah untuk menjalankan editor pico adalah sbb :

pico <nama file>

Daftar perintah yang tersedia pada pico dapat dilihat pada Tabel 5.7:



sistem berkas

Maret 17, 2008

Sistem Berkas

Shareable vs Unshareable

Shareable: berkas disimpan di satu komputer, tetapi

masih dapat digunakan oleh komputer lainnya.

Unshareable: berkas tidak dapat digunakan

bersama-sama antar komputer.

Static vs Variable

Static: meliputi berkas binary, library,

documentation, dan berkas-berkas yang tidak bisa

diubah tanpa intevensi administrator sistem.

Variable: semua berkas yang bukan merupakan

static.

Bagian-bagian tools pada linux redhat

Maret 17, 2008

 

 

Bagian-bagian Tools pada Linux Redhat


CD WRITER : Pengertian CD writer adalah suatu software yang berguna untuk menyalin atau mengcopy file atau memindahkan file yang tersimpan di dalam komputer ke dalam sebuah CD.

FLOPPY FORMATTER : Adalah suatu sistem yang terdapat pada LINUX ataupun Windows yang mempunyai fungsi yang sama yaitu untuk menformat floppy disk.

PRINT MANAGER adalah aplikasi dimana akses print tersebut di atur oleh print manager dengan kata lain print manager dapat di sebut pengatur print.

sistem Logs

Direktori yang mengandung system log files. Mereka diupdate saat sistem berjalan, dan mengecek log file ini bisa memberi informasi berharga mengenai kesehatan sistem. Jika sistem tiba-tiba ada yang tidak beres, file log bisa mengandung beberapa informasi mengenai situasi tersebut.

DEKSTOP SWITCHING TOOLS : adalah suatu perintah comment yang terdapat di linux yang berfungsi untuk meremote komputer lain tanpa sepengetahuan si pemakai

terminal

terminal adalah Peralatan yang mengakses layanan melalui jaringan yang sifatnya remote atau terpisah melalui sebuah saluran telekomunikasi.

Linux memiliki enam terminal atau konsol ketika berjalan dalam modus
teks. Artinya, kita dapat menjalankan aplikasi atau kegiatan
berbeda-beda untuk tiap terminal dan dalam waktu bersamaan. Untuk
berpindah dari satu terminal ke terminal lain, dapat menekan kombinasi
tombol ALT + F1
hingga F6.
Terminal ketujuh umumnya digunakan oleh X
Server. Jadi, jika X Server sebelumnya telah aktif dan tidak dibunuh,
kita tinggal menekan tombol ALT + F7
untuk kembali ke tampilan grafis.

Terminal yang disinggung di atas adalah terminal dalam modus teks.
Terminal juga dapat digunakan dalam lingkungan grafis. Untuk membuka
terminal di desktop GNOME milik Edubuntu, klik menu Applications
> Accessories > Terminal
pada panel atas.

Terminal sepertinya memang diperuntukkan bagi para profesional. Tetapi
ketika kita mengetahui cara kerja dan manfaatnya, kita akan sering
menggantungkan diri pada baris perintah ini. Kita dapat mengeksekusi
program, membuka file, hingga melakukan manajemen berkas melalui
tampilannya yang sederhana.
Linux memiliki lebih dari 2000 perintah ketika menjalankan terminal.
Kita tidak perlu menghapal semuanya, hanya beberapa yang kita anggap
penting dan sering kita gunakan.

Sebuah tips ketika menggunakan terminal. Kita bisa mengetikkan beberapa
huruf awal perintah, disusul dengan menekan tombol ESC
atau TAB sekali
atau beberapa kali. Cobalah untuk memasukkan karakter a
pada terminal.
Disusul menekan ESC atau TAB
(Edubuntu mendukung tombol TAB). Apabila
muncul sebuah pertanyaan, ketik y. Sebuah
daftar panjang akan muncul
(semua perintah dengan awalan huruf a).
Cara ini berguna apabila suatu
ketika kita lupa bentuk perintah secara lengkap, atau karena sekadar
malas mengetik.

traceroute

tarceroute adalah Bagian dari protokol TCP/IP yang populer digunakan para administrator jaringan untuk mengidentifikasi alur/rute antara dua buah mesin/komponen jaringan dan untuk memeriksa kontribusi dari tiap komponen tersebut ke keseluruhan Round Trip Time.

 

/media, /mnt, & /opt

/media

Berisi subdirektori yang digunakan sebagai mount point untuk

media removable seperti floppy disk, cdrom, dsb.

/mnt

Disediakan agar administrator sistem dapat me-mount sistem

berkas yang diperlukan secara temporer.

/opt

Disediakan untuk instalasi paket software aplikasi add-on.

Paket yang akan diinstalasi di /opt harus menemukan file statis

dalam direktori /opt/<package> atau /opt/<provider>.

/root & /sbin

/root (optional)

Direktori home root dapat ditentukan sendiri oleh

developer atau local preference, tetapi direktori /root inilah

yang lokasi default yang direkomendasikan.

/sbin

Utility yang diperlukan untuk administrasi sistem (dan

perintah-perintah root-only) disimpan di /sbin, /usr/sbin,

dan /usr/local/sbin.

/srv & /tmp

/srv

Berisi data site-specific yang disediakan oleh

sistem.

/tmp

Direktori ini harus tersedia untuk programprogram

yang membutuhkan berkas temporer.

Program tidak boleh berasumsi bahwa berkas

atau direktori dalam /tmp disediakan di antara

invokasi program.

Hirarki /usr (1)

Bagian utama yang kedua dari sistem berkas.

Bersifat shareable dan read-only.

User bisa mengakses data, program, dan library dalam

/usr.

Direktori atau link simbolik ke direktori di bawah ini

diperlukan dalam /usr:

bin

/usr/bin merupakan direktori primer perintah-perintah

executable pada sistem.

Hirarki /usr (2)

include

Semua berkas include untuk bahasa pemrograman C yang

umum digunakan ditempatkan pada direktori /usr/include.

lib

/usr/lib meliputi berkas-berkas objek, library, dan biner

internal yang tidak dibuat untuk dieksekusi secara langsung

oleh user atau shell script.

lib<qual>

/usr/lib<qual> menunjukkan peran yang sama dengan

/usr/lib, kecuali untuk /usr/lib<qual>/sendmail dan

/usr/lib<qual>/X11 tidak diperlukan.

Hirarki /usr (3)

local

/usr/local digunakan administrator sistem ketika

menginstal perangkat lunak secara lokal.

sbin

/usr/sbin berisi biner non esensial yang digunakan secara

eksklusif oleh administrator sistem.

share

/usr/share digunakan untuk berkas data arsitektur

independen yang read-only.

Hirarki /usr (4)

X11R6 (optional)

/usr/X11R6 disediakan untuk sistem X Window versi

11 Release 6 dan berkas-berkas yang terkait.

games (optional)

/usr/games berisi biner games dan educational.

src (optional)

Source code bisa ditempatkan pada subdirektori

/usr/src, hanya untuk tujuan referensi.

Hirarki /var (1)

/var berisi berkas data variabel, meliputi berkas dan direktori

spool, data administratif dan logging, serta berkas

transient dan temporer.

Beberapa bagian /var tidak shareable, misalnya /var/log,

var/lock, dan /var/run. Sedangkan yang shareable

misalnya /var/mail, /var/cache/man, /var/cache/fonts,

dan /var/spool/news.

/var tidak boleh di-link ke /usr karena akan membuat

pemisahan /usr dengan /var makin sulit, dan bisa

membuat konflik penamaan. Sebaiknya, buat link /var ke

/usr/var.

Hirarki /var (2)

Direktori atau link simbolik ke direktori di bawah ini

diperlukan dalam /var:

cache

/var/cache ditujukan untuk data cache dari aplikasi.

lib

/var/lib berisi informasi status suatu aplikasi atau

sistem.

Sebuah aplikasi (atau sekelompok aplikasi yang

berhubungan) harus menggunakan subdirektori dari

/var/lib untuk data-datanya.

Hirarki /var (3)

lock

Berkas lock harus disimpan dalam struktur

direktori /var/lock.

log

/var/log berisi bermacam berkas log.

opt

Data variabel dari paket dalam /opt harus diinstal

dalam /var/opt/<subdir>.

Hirarki /var (4)

run

/var/run berisi data informasi sistem yang mendeskripsikan sistem

sejak di-boot.

Berkas di bawah direktori ini harus dihapus pada awal proses boot.

spool

/var/spool berisi data yang sedang menunggu suatu proses.

tmp

/var/tmp disediakan untuk program yang membutuhkan berkas

atau direktori temporer yang diletakkan dalam reboot sistem.

Copyright(C)2004 H. Febiansyah & M. N. Kharis. Silakan

menggunakan slide ini untuk kepentingan pendidikan,

bukan untuk tujuan komersil

Hirarki /var (5)

Direktori atau link simbolik ke direktori optional yang ada di /var:

/var/account memegang log accounting dari proses aktif

/var/crash mengatur crash dumps sistem

/var/games tempat data variabel yang berhubungan

dengan games di /usr

/var/mail berkas mailbox pengguna

/var/yp data variabel untuk Network Information

System, dikenal sebagai Sun Yellow Pages (YP)

Sistem Berkas (cont.)

/var/lock /var/spool/news

/var/run /var/mail Variable

/boot /opt

/etc /usr Static

Unshareable Shareable

Sumber : http://www.pathname.com/fhs/pub/fhs-2.3.html

Root File System

Fungsi Root File System harus dapat menangani

masalah boot, restore, recover, dan repair suatu

sistem.

Boot: partisi root harus bisa untuk mount ke sistem

berkas lain.

Restore: utiliti yang diperlukan untuk restore dari

backup sistem harus ada pada root.

Recovery & repair: utiliti yang diperlukan untuk

mendiagnosa dan memulihkan sistem yang rusak

harus ada pada root.

Struktur Direktori

“/” direktori root. Direktori root berisi direktori-direktori:

bin perintah biner esensial

boot berkas-berkas statik dari boot loader

dev berkas-berkas peranti

etc konfigurasi sistem host-specific

lib shared library esensial dan modul kernel

media mount point untuk media removable

mnt mount point untuk mounting sistem berkas secara temporer

opt package software aplikasi add-on

sbin biner sistem esensial

srv data untuk servis yang disediakan oleh sistem

tmp berkas temporer

usr hirarki sekunder

var data variabel

/bin

Berisi perintah-perintah yang bisa digunakan oleh

administrator sistem dan pengguna. Juga perintahperintah

yang dipakai secara tidak langsung oleh

script.

Beberapa perintah dalam /bin:

cat meng-concate file ke standard output

chgrp mengubah kepemilikan file group

date mencetak waktu sistem

df melaporkan penggunaan ruang disk

su mengubah user ID

/boot & /dev

/boot

Berisi semua yang diperlukan untuk proses boot

kecuali berkas konfigurasi dan map installer.

/boot menyimpan data yang digunakan sebelum

kernel mulai mengeksekusi program user-mode.

/dev

Lokasi dari berkas-berkas peranti.

MAKEDEV: membuat peranti secara manual.

/etc

Berisi berkas-berkas konfigurasi dan direktori

yang spesifik ke current system.

Direktori-direktori di bawah /etc:

opt konfigurasi untuk /opt

X11 konfigurasi untuk sistem X Window

sgml konfigurasi untuk SGML

xml konfigurasi untuk XML

 

MOUNT: Perintah ini sksn me-mount file system sesuatu direktori atau mount. Point yang telah tentukan . hanya superuser yang bisa menjalankan perintah ini untuk melihat file system apa saja berserta mount-pointnya saat itu.

TAR: memyimpan dan mengekstrak file dari media seperti: tape drive atau hard disk

USR: berisi semua program dan file secara langsung berhubungan setiap usr dalam system

TMP: untuk menampung file-file sementara

VAR: menampung varying content adalah macam-macam file

Fungsi & Keterangan Make Instal, Rpm, Nano, Vi, Config, & home

Maret 17, 2008

make instal

make install

hanya sedikit program yang dapat dikonfigurasi dengan menu dan skrip. Dalam beberapa kasus, Anda

harus melakukan perubahan pada berkas konfigurasi secara manual. Kesalahan dalam penulisan berkas

konfigurasi menyebabkan Anda melakukan restart pada proses konfigurasi.

 

RPM adalah singkatan dari RedHat Package Manager, sebuah paket program yang dikembangkan dengan maksud mempermudah proses manajemen paket program di sistem operasi Linux, misalnya menginstalasi paket, menguninstalasi, melihat informasi paket, dan sebagainya.

RPM dikembangkan oleh para insinyur RedHat namun saat ini RPM telah banyak dipakai oleh distribusi-distribusi Linux, tidak hanya terbatas pada RedHat, SuSE, Mandrake, Trustix Merdeka adalah beberapa contoh di antaranya. Mungkin dapat dikatakan bahwa RPM adalah standar defacto untuk pemaketan aplikasi / Salah satu utilitas yang paling powerful dan inovatif dari RedHat Linux.

Menggunakan RPM

 

sebuah software yang digunakan dalam distribusi Red Hat dan distribusi lain yang merupakan turunan dari Red Hat untuk mengatur paket-paket program yang diinstal. RPM memudahkan dalam menginstal, menghapus maupun mengupgrade paket-paket yang ada dalam sebuah sistem.

Sebuah program yang dijalankan dalam sistem Linux seringkali terdiri dari ratusan file yang harus ditempatkan pada lokasi tertentu, dengan RPM, pekerjaan instalasi, upgrade dan menghapus program tersebut akan menjadi jauh lebih mudah. File-file program, dokumentasi, keterangan mengenai program, dimana file-file program itu nantinya akan diletakkan pada waktu instalasi, berapa ruang hard disk yang diperlukan, paket-paket RPM lain yang dibutuhkan supaya paket tersebut dapat berjalan dan seterusnya dijadikan satu dalam sebuah paket RPM. Ketika sebuah paket RPM diinstal, secara otomatis RPM akan memeriksa apakah sistem tersebut sudah memenuhi syarat untuk program yang akan diinstal dapat berjalan dengan baik, kemudian menjalankan script sebelum dan sesudah program diinstal supaya program tersebut dapat berjalan.

RPM juga memiliki sebuah database yang berisi catatan mengenai file-file dan paket-paket yang sudah terinstal dalam sistem sehingga dapat dengan mudah diketahui paket mana yang sudah terinstal, sebuah file termasuk dalam paket yang mana dan seterusnya. Hal-hal tersebut sangat memudahkan user dalam mengatur program-program dalam sebuah sistem. Penamaan paket RPM memiliki standar tersendiri sebagai berikut:

(nama)-(versi)-(build).(platform).rpm

misalnya:

ymessenger-0.99-11.i386.rpm

dimana 0.99 adalah versi dari paket tersebut dan 11 adalah versi build nya, i386 berarti paket tersebut adalah versi untuk mesin intel 386 keatas.

 

Teknologi RPM adalah sebuah cara yang paling mudah untuk melakukan instalasi, uninstalasi, ugrade, query, verify dan mem-build.

 

paket software

Paket software RPM adalah sebuah arsip dari file-file dengan beberapa informasi yang berhubungan dengan file-file tersebut, seperti nama, versi dan deskripsinya.

Berbeda dengan cara tradisional menggunakan file tar.gz, metode RPM membuat user tidak direpotkan masalah manajemen file seperti letak file, direktori dsb.

Untuk menjalankan RPM sangat mudah, berikut ini adalah perintah umum untuk:

In stall

Upgrade

Uninstalasi

rpm -e [option] [nama_paket]

Untuk uninstalasi tidak dipakai nama paket RPM tapi nama paket itu sendiri. Dependency error juga terjadi bila paket. Gunakan – -nodeps bila ingin tetap menghapusnya. Untuk uninstalasi ini sebaiknya dilakukan dengan meng-uninstalasi paket-paket sesuai urutan dependency-nya

Query

rpm -q [option] [nama_paket]

misal:

rpm -ql kernel

Option l menampilkan semua file yang dimiliki oleh paket kernel.

Verify

rpm -V [nama_paket]

misal:

rpm -V bash

Verify digunakan untuk mendeteksi bila terdapat masalah saat instalasi. RPM akan membandingkan paket yang telah di instalasi dengan informasi yang terdapat pada file paket RPM aslinya. Bila tidak ada kesalahan, RPM tidak menampilkan sesuatu

 

Penggunaan RPM
Berikut ini akan diuraikan secara singkat beberapa pemanfaatan RPM yang umum dijumpai.

1. Instalasi Paket binary (.rpm)
Untuk menginstalasi paket dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :

$ rpm -ivh

Berikut ini adalah contoh penggunaannya:

$ rpm -ivh nano-0.9.25-1.i386.rpm

2. Instalasi Paket source (.srpm)
Untuk menginstalasi paket srpm, pertama-tama anda harus menginstalnya dengan cara yang sama dengan menginstalasi paket binary

$ rpm -ivh

contoh :

$ rpm -ivh man-pages-id-0.1.1tm.src.rpm

kemudian anda berpindah direktori ke direktori /usr/src/redhat/SPECS

$ cd /usr/src/redhat/SPECS

lalu berikan perintah berikut:

$ rpm -bb nama_paket.spec –clean

contoh :

$ rpm -bb man-pages-id.spec

Tunggu beberapa saat, karena paket tersebut sedang di-build.

Di direktori

/usr/src/redhat/noarch

akan terdapat file “nama_paket.rpm”. Anda selanjutnya dapat menginstalasi paket tersebut dengan cara sebagaimana tersebut di atas.

Catatan : biasanya paket yang telah anda build akan berada di direktori /usr/src/redhat/RPMS/i386. Paket di atas karena merupakan paket manual maka tidak ditentukan arsitektur mesinnya (i386 atau yang lainnya).

3. Uninstalasi Paket
Untuk menguninstalasi paket dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

$ rpm -e

contoh

$ rpm -e nano

4. Upgrade Paket
Upgrade paket dilakukan jika anda telah memiliki versi terdahulunya dari suatu paket. Misalnya saya telah memiliki paket gnupg-1.0.0.i386.rpm terinstalasi di komputer saya, sekarang saya ingin memperbaharuinya dengan versi yang lebih baru karena adanya bugs di versi terdahulu, hal ini dapat dilakukan dengan cara:

$ rpm -Uvh

5. Melihat Seluruh Paket rpm yang terinstalasi
Untuk melihat seluruh paket rpm yang terinstalasi di komputer kita dapat dilakukan dengan memberikan perintah query ke RPM sebagai berikut:

$ rpm -qa

di layar akan tampil nama-nama paket program yang terinstalasi dengan cepat, mungkin lebih baik jika hasilnya dimasukkan ke dalam file:

$ rpm -qa > aplikasiku

untuk melihat aplikasi-aplikasi yang terinstalasi, dapat dibaca pada file aplikasiku.

Coba jalankan perintah berikut:

$ rpm -qa | wc -l

Hasilnya adalah jumlah aplikasi program yang terinstalasi di komputer anda.

6. Melihat Informasi Paket Yang Terinstalasi
Jika anda ingin mengetahui informasi mengenai deskripsi suatu paket, siapa yang memaketkannya, dan berbagai informasi lain, dapat dilakukan dengan cara berikut:

$ rpm -qi

perhatikan bahwa tidak perlu diberi akhiran rpm. Setelah itu akan tampil di layar informasi yang anda minta.

Selain itu anda juga dapat mengetahui file-file apa saja yang disertakan pada suatu paket dengan cara memberikan perintah berikut:

$ rpm -qil

7. Melihat Informasi Paket yang Belum Terinstalasi
Ada kalanya anda ingin mengetahui informasi mengenai suatu paket, namun paket tersebut tidak ingin anda instal dulu, apakah hal ini bisa dilakukan dengan RPM?

Jawabnya adalah “Ya”. Caranya adalah tambahkan option “p” sebagai berikut:

$ rpm -qipl

Referensi
* Manual RPM online bisa dilihat dengan perintah “man rpm”
* Ed Bailey, Maximum RPM, (www.rpm.org)

 

 

Menggunakan RPM
RPM dapat diakses dengan menggunakan baris perintah ataupun dengan menggunakan interface grafik dengan program tambahan seperti kpackage, gnorpm, glint.

Keuntungan menggunakan baris perintah adalah tidak terikat pada desktop environment yang ada, dapat digunakan pada komputer yang tidak memiliki Xwindows dan dapat menggunakan wildcard untuk menginstal beberapa paket sekaligus. Untuk melakukan instalasi biasanya harus digunakan user root.

Pada bagian berikut hanya akan diterangkan penggunaan RPM dengan menggunakan baris perintah.

Menginstal Paket
Untuk menginstal paket baru digunakan perintah RPM sebagai berikut:

# rpm i namapaket.rpm

yang harus diperhatikan pada waktu menggunakan perintah diatas, nama file harus diketik dengan lengkap, perhatikan contoh berikut:

# rpm i ymessenger-0.99-11.i386.rpm

dengan menggunakan perintah diatas, paket akan diinstal tanpa mengeluarkan output apa-apa, untuk melihat paket apa saja yang diinstal, tambahkan parameter v (verbose) sehingga perintahnya akan menjadi seperti berikut:

# rpm iv ymessenger-0.99-11.i386.rpm

perintah diatas hanya akan menampilkan paket-paket yang diinstal, untuk dapat melihat proses instalasinya, tambahkan parameter h (hash), perintahnya akan menjadi sebagai berikut:

# rpm ivh ymessenger-0.99-11.i386.rpm

biasanya perintah terakhir diatas yang paling umum digunakan untuk melakukan instalasi. Untuk dapat melihat secara mendetail, file apa saja yang diinstal dalam sistem, gunakan perintah:

# rpm ivv ymessenger-0.99-11.i386.rpm

Instalasi paket RPM juga dapat dilakukan melalui network. RPM memiliki program FTP dan klien Web yang dapat digunakan untuk mengambil paket RPM di internet atau intranet. Jika sistem yang digunakan terhubung dalam sebuah jaringan internet atau intranet, dapat digunakan perintah berikut:

# rpm ivh ftp://ftp.redhat.com/path/namapaket.rpm
# rpm ivh http://di.intranet.com/path/namapaket.rpm

Memeriksa Paket Terinstal
RPM juga dapat digunakan untuk memeriksa paket yang sudah terinstal, hal ini digunakan untuk memeriksa apakah ada file yang berubah atau hilang karena adanya kesalahan sistem atau kerusakan harddisk, dapat pula digunakan untuk melacak adanya pengguna sistem yang tidak diinginkan yang mengacak-acak sistem. Untuk melakukannya, gunakan perintah:

# rpm V namapaket.rpm

parameter V diatas ditulis dengan menggunakan huruf besar, contoh:

# rpm V ymessenger-0.99-11.i386.rpm

atau untuk memeriksa semua paket RPM yang terinstal dalam sistem cukup gunakan perintah:

# rpm Va

perintah ini akan memeriksa dan mencocokkan MD5 sum, ukuran file, symbolic link, waktu modifikasi terakhir, device, user, grup dan hak akses.

Kadang perbedaan memang ada, seperti misalnya ketika kita mengedit sebuah file konfigurasi, tentunya akan ada perubahan ukuran dan waktu modifikasi jika diperiksa dengan menggunakan perintah diatas.

Tetapi biasanya file binary tidak berubah, jadi harus diwaspadai ketika ada perubahan pada file /bin/login, kemungkinan sistem tersebut sudah pernah dimasuki oleh orang-orang yang tidak diinginkan.

Mengupgrade Paket
Untuk melakukan upgrade versi baru pada paket yang sudah terinstal, digunakan perintah:

# rpm Uvh namapaket.rpm

perlu diperhatikan bahwa parameter U harus ditulis dengan huruf besar, contohnya sebagai berikut:

# rpm Uvh ymessenger-0.99-11.i386.rpm

perintah diatas tetap akan menginstal paket walaupun sebelumnya paket tersebut tidak ada. Untuk mengupgrade hanya paket yang sudah ada di dalam sistem, gunakan perintah berikut:

# rpm Fvh ymessenger-0.99-11.i386.rpm

Mendowngrade Paket
Ada kalanya paket RPM yang baru tidak berjalan dengan baik karena masih memiliki bug ataupun hal lainnya sehingga harus dikembalikan ke versi lamanya, untuk memasang versi lama tersebut ke dalam sistem digunakan perintah berikut:

# rpm Uvh -oldpackage namapaket.rpm

contohnya adalah sebagai berikut:

# rpm Uvh -oldpackage ymessenger-0.99-11.i386.rpm

Menghapus Paket
Kadang ada paket yang sudah tidak digunakan dan akan dihapus dari sistem, untuk itu gunakan perintah:

# rpm e namapaket

misalnya:

# rpm e ymessenger

kadang ada paket lain yang membutuhkan file dari paket yang akan dihapus, jika ini terjadi, maka perintah diatas akan mencetak pesan kesalahan, untuk memaksa supaya paket tersebut tetap dihapus, gunakan parameter –nodeps, sehingga perintahnya menjadi seperti berikut:

# rpm e –nodeps ymessenger

Melihat Paket Terinstal
Untuk melihat paket apa saja yang sudah ada di dalam sistem digunakan perintah:

# rpm -qa

ketika perintah tersebut dijalankan, maka akan dicetak seluruh paket RPM yang terinstal di dalam sistem, untuk menampilkan hanya paket tertentu saja, perintah ini dapat digabungkan dengan perintah grep, misalnya untuk mencari paket yang mengandung kata ftp, perintahnya:

# rpm qa | grep ftp

karakter pipe (|) digunakan untuk memasukkan hasil dari perintah di sebelah kiri sebagai inputan untuk perintah di sebelah kanannya.

Melihat Daftar File dalam suatu Paket
Untuk melihat daftar file yang ada dalam sebuah paket RPM, gunakan perintah berikut:

# rpm ql namafile.rpm

contohnya:

# rpm ql ymessenger-0.99-11.i386.rpm

perintah diatas akan menampilkan daftar file yang ada dalam sebuah paket RPM.

Melihat Deskripsi Paket Terinstal
Untuk melihat deskripsi paket yang sudah terinstal dalam sistem, gunakan perintah:

# rpm qi namapaket.rpm

contohnya:

# rpm qi ymessenger-0.99-11.i386.rpm

Melihat Asal Paket dari suatu File
Untuk melihat asal paket dari sebuah file yang sudah terinstal di dalam sebuah sistem, gunakan perintah:

# rpm q –whatprovides /path/ke/file/namafile

contohnya:

# rpm q –whatprovides /opt/ymessenger/bin/ymessenger

Melihat Kebutuhan sebuah Paket
Untuk melihat sebuah paket RPM membutuhkan paket RPM apa saja untuk dapat berjalan, gunakan perintah:

# rpm qR namapaket.rpm

atau untuk paket yang belum terinstal, gunakan perintah:

# rpm qpR namapaket.rpm

contohnya:

# rpm qR ymessenger-0.99-11.i386.rpm

Masalah yang Sering Terjadi
Masalah yang sering terjadi dalam menggunakan RPM adalah ketergantungan suatu paket dengan paket yang lainnya, misalnya ketika menginstal paket A, ternyata paket A membutuhkan paket B, tetapi RPM akan memberitahu nama paket atau program yang diperlukan.

Catatlah nama paket atau program yang dibutuhkan tersebut, kemudian cari pada CD distribusinya, cari paket dengan nama yang mirip dengan nama paket atau program yang diperlukan tersebut. Ada kalanya paket yang diperlukan tersebut memerlukan paket lainnya lagi, sehingga proses ini mungkin akan menjadi panjang.

Cara lain yang dapat digunakan adalah dengan menggunakan situs RPMFind (http://www.rpmfind.net) atau RPMBone (http://rpm.pbone.net), ketikkan nama paket atau program yang diperlukan pada halaman utama situs tersebut, hasil pencarian akan menampilkan paket-paket yang berhubungan dengan paket yang dicari.

Situs tersebut juga dapat menampilkan informasi kebutuhan paket dari suatu paket RPM. Sesudah diketahui paket apa saja yang diperlukan, paket tersebut dapat di download pada situs tersebut atau dapat dicari pada CD distribusinya.

Kadang dapat terjadi juga paket-paket yang saling membutuhkan, misalnya syarat untuk paket A dapat diinstal adalah paket B, tetapi ketika paket B akan diinstal, dia membutuhkan paket A. hal ini dapat diatasi dengan menggunakan parameter –nodeps, contohnya:

# rpm ivh –nodeps namapaket.rpm

Kadang juga dapat terjadi sebuah paket dengan versi yang sama atau lebih baru dilaporkan sudah terinstal, padahal paket tersebut belum terinstal, gunakan parameter force untuk memaksa instalasi paket tersebut:

# rpm ivh –force namapaket.rpm

Hati-hati dalam menggunakan parameter –nodeps dan –force karena kadang hal tersebut akan menyebabkan program tidak berjalan dengan baik.

Kadang sebuah paket gagal diinstal karena library yang ada di dalam sistem memiliki versi yang lebih baru daripada library yang diperlukan oleh paket tersebut. Hal ini biasanya dapat diatasi dengan membuat sebuah link (shortcut) dari library yang ada dalam sistem tersebut dengan nama yang sama dengan library yang diperlukan oleh paket yang akan diinstal. Misalnya sebuah paket RPM memerlukan library yang bernama library.so.3, sedangkan library yang ada di dalam sistem adalah library.so.4 (versi yang lebih baru), untuk itu buat sebuah link dengan perintah sebagai berikut:

# ln -s /usr/lib/library.so.3 /usr/lib/library.so.4

Perintah diatas akan membuat sebuah file yang bernama library.so.3 yang merupakan link ke file library.so.4.

Setelah itu coba instal sekali lagi paket RPM tersebut. Jika library yang ada di dalam sistem memiliki versi yang lebih lama, maka library tersebut sebaiknya di upgrade. Masalah lain lagi yang jarang terjadi adalah masalah versi RPM, pada distribusi Linux versi lama, RPM yang digunakan adalah RPM versi 3 sedangkan dalam distribusi Linux yang baru, digunakan RPM versi 4. Paket yang dibuat dengan menggunakan RPM versi 4 tidak dapat dibuka pada RPM versi 3. Jika hal ini terjadi, hal yang dapat dilakukan adalah mengupgrade RPM yang ada di dalam sistem tersebut dengan RPM versi 4.

Menggunakan Midnight Commander
Midnight Commander atau sering disingkat dengan mc, adalah sebuah file manager yang berjalan di dalam Linux, paket ini sering terdapat pada distribusi-distribusi Linux yang ada. Jalankan program ini dengan mengetikkan perintah mc, setelah itu anda dapat membuka sebuah paket RPM seperti anda membuka sebuah direktori. Anda juga dapat mengkopi sebuah file dari sebuah paket RPM dengan menggunakan mc.
Nano adalah nama sebuah program sederhana tetapi amat membantu bagi mereka yang haus akan informasi. Nano dapat membantu anda mengembangkan pencarian di Internet dengan metode rujuk silang

 

Editor vi

Vi adalah full screen editor, artinya editor tersebut dapat memanfaatkan

fasilitas satu layar penuh. Vi mempunyai 2 buah modus, yaitu :

• Command line

Editor vi mengintepretasikan input sebagai instruksi untuk dieksekusi oleh

editor, contoh seperti mencari teks, mengganti teks secara otomatis dan

lainnya.

• Editing

Editor vi mengintepretasikan input sebagai teks yang akan dimasukkan ke

dalam buffer editor.

Pada bagian bawah layar akan tampil teks

“INSERTING”.

Pada awal vi dijalankan, maka program memasuki command mode.

Dengan menekan tombol “i” maka akan memasuki editing. Untuk kembali ke

command mode, tekan tombol Esc.

 

 

pada file CONFIG.SYS. Ada 2

jenis penggerak piranti yaitu jenis Block Device (Piranti Blok) dan

Character Device (Piranti karakter). Piranti Karakter adalah piranti

yang pada suatu saat menangani hanya sebuah karakter. Contohnya adalah

Keyboard, Serial Port, CRT dan printer, umumnya dinamai seperti COM,

AUX, PRN, LPT, dsb. Sedangkan piranti blok adalah piranti yang harus

mengakumulasikan sebuah blok data dan melakukan transfer data per blok

dalam suatu waktu. Contohnya adalah disk drive baik fisik maupun lo-

gik. Beberapa penggerak piranti ini sudah build in di dalam DOS seper-

ti penggerak piranti NUL, CLOCK, CON, AUX, LPT, PRN, dll.

 

II. Secara umum penggerak piranti harus menangani tiga buah aksi, yaitu

inisialisasi dan persiapan piranti, pengiriman data ke piranti serta

penerimaan data dari piranti. Format penulisan program penggerak pi-

ranti umumnya adalah dalam format *.SYS, *.BIN dan juga ada dalam for-

mat *.EXE. Format *.EXE merupakan sedikit kekecualian karena program

tersebut dapat dieksekusi langsung selain sebagai penggerak piranti.

Setiap penggerak piranti memiliki headernya seperti format pada *.EXE

file.

/home, /lib, & /lib<qual>

/home (optional)

Konsep standar sistem berkas yang site-specific.

/lib

Berisi shared library images yang diperlukan untuk

boot sistem dan menjalankan perintah dalam sistem

berkas root.

/lib<qual> (optional)

Alternatif dari shared library esensial

apa & untuk apa fhs?

Maret 17, 2008

Apa dan untuk apa FHS?

File System Hierarchy Standard (FHS)

=> standar yang berisi sekumpulan requirement

dan guideline untuk penempatan bekas dan

direktori pada Sistem Operasi.

Pada slide ini digunakan FHS pada UNIX-like OS.

FHS memudahkan perangkat lunak dan

pengguna untuk mengetahui lokasi berkas dan

direktori yang terinstal pada komputer.

pengertian dari binary & library

Maret 17, 2008

Pengertian dari Binary dan Library

Binary : Biner, bilangan yang terdiri dari 0 dan 1

Dalam matematika berarti penomoran yang berbasis dua misalnya menggunakan angka nol dan satu, atau on dan off. Data ini merupakan inti dari instruksi-instruksi mesin komputer dan perangkat berbasis digital lainnya. Data ini dibuat sedemikian rupa melalui boolean algebra atau aljabar boolean, sebagai dasar instruksi yang dimengerti oleh mesin.



Dalam format file, adalah berupa file yang berbentuk format apapun untuk data digital yang disusun berdasarkan kode bit dan bukan merupakan data yang bisa dicetak langsung (printable text). Istilah ini kadangkala disebut juga dengan machine code. Semua data digital berbasis binary ini.



Di dalam pemrograman, binary merupakan deskripsi dari operator yang diambil dari dua argumen.Library

Library adalah Perpustakaan dalam arti Bahasa indonesia

Merupakan kumpulan dari subrutin, fungsi, prosedur, atau modul, yang disimpan pada satu atau beberapa file, biasanya digunakan untuk proses kompilasi pada pemrograman

rpm,nano,config

Maret 14, 2008

pada file CONFIG.SYS. Ada 2

jenis penggerak piranti yaitu jenis Block Device (Piranti Blok) dan

Character Device (Piranti karakter). Piranti Karakter adalah piranti

yang pada suatu saat menangani hanya sebuah karakter. Contohnya adalah

Keyboard, Serial Port, CRT dan printer, umumnya dinamai seperti COM,

AUX, PRN, LPT, dsb. Sedangkan piranti blok adalah piranti yang harus

mengakumulasikan sebuah blok data dan melakukan transfer data per blok

dalam suatu waktu. Contohnya adalah disk drive baik fisik maupun lo-

gik. Beberapa penggerak piranti ini sudah build in di dalam DOS seper-

ti penggerak piranti NUL, CLOCK, CON, AUX, LPT, PRN, dll.

II. Secara umum penggerak piranti harus menangani tiga buah aksi, yaitu

inisialisasi dan persiapan piranti, pengiriman data ke piranti serta

penerimaan data dari piranti. Format penulisan program penggerak pi-

ranti umumnya adalah dalam format *.SYS, *.BIN dan juga ada dalam for-

mat *.EXE. Format *.EXE merupakan sedikit kekecualian karena program

tersebut dapat dieksekusi langsung selain sebagai penggerak piranti.

Setiap penggerak piranti memiliki headernya seperti format pada *.EXE

file.

Nano adalah nama sebuah program sederhana tetapi amat membantu bagi mereka yang haus akan informasi. Nano dapat membantu anda mengembangkan pencarian di Internet dengan metode rujuk silang.

RPM adalah RedHat Package Manager, sebuah paket program yang dikembangkan dengan maksud mempermudah proses manajemen paket program di sistem operasi Linux, misalnya menginstalasi paket, menguninstalasi, melihat informasi paket, dan sebagainya.

RPM dikembangkan oleh para insinyur RedHat namun saat ini RPM telah banyak dipakai oleh distribusi-distribusi Linux, tidak hanya terbatas pada RedHat, SuSE, Mandrake, Trustix Merdeka adalah beberapa contoh di antaranya. Mungkin dapat dikatakan bahwa RPM adalah standar defacto untuk pemaketan aplikasi.

Penggunaan RPM
Berikut ini akan diuraikan secara singkat beberapa pemanfaatan RPM yang umum dijumpai.

1. Instalasi Paket binary (.rpm)
Untuk menginstalasi paket dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut :

$ rpm -ivh

Berikut ini adalah contoh penggunaannya:

$ rpm -ivh nano-0.9.25-1.i386.rpm

2. Instalasi Paket source (.srpm)
Untuk menginstalasi paket srpm, pertama-tama anda harus menginstalnya dengan cara yang sama dengan menginstalasi paket binary

$ rpm -ivh

contoh :

$ rpm -ivh man-pages-id-0.1.1tm.src.rpm

kemudian anda berpindah direktori ke direktori /usr/src/redhat/SPECS

$ cd /usr/src/redhat/SPECS

lalu berikan perintah berikut:

$ rpm -bb nama_paket.spec --clean

contoh :

$ rpm -bb man-pages-id.spec

Tunggu beberapa saat, karena paket tersebut sedang di-build.

Di direktori

/usr/src/redhat/noarch

akan terdapat file “nama_paket.rpm”. Anda selanjutnya dapat menginstalasi paket tersebut dengan cara sebagaimana tersebut di atas.

Catatan : biasanya paket yang telah anda build akan berada di direktori /usr/src/redhat/RPMS/i386. Paket di atas karena merupakan paket manual maka tidak ditentukan arsitektur mesinnya (i386 atau yang lainnya).

3. Uninstalasi Paket
Untuk menguninstalasi paket dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

$ rpm -e

contoh

$ rpm -e nano

4. Upgrade Paket
Upgrade paket dilakukan jika anda telah memiliki versi terdahulunya dari suatu paket. Misalnya saya telah memiliki paket gnupg-1.0.0.i386.rpm terinstalasi di komputer saya, sekarang saya ingin memperbaharuinya dengan versi yang lebih baru karena adanya bugs di versi terdahulu, hal ini dapat dilakukan dengan cara:

$ rpm -Uvh

5. Melihat Seluruh Paket rpm yang terinstalasi
Untuk melihat seluruh paket rpm yang terinstalasi di komputer kita dapat dilakukan dengan memberikan perintah query ke RPM sebagai berikut:

$ rpm -qa

di layar akan tampil nama-nama paket program yang terinstalasi dengan cepat, mungkin lebih baik jika hasilnya dimasukkan ke dalam file:

$ rpm -qa > aplikasiku

untuk melihat aplikasi-aplikasi yang terinstalasi, dapat dibaca pada file aplikasiku.

Coba jalankan perintah berikut:

$ rpm -qa | wc -l

Hasilnya adalah jumlah aplikasi program yang terinstalasi di komputer anda.

6. Melihat Informasi Paket Yang Terinstalasi
Jika anda ingin mengetahui informasi mengenai deskripsi suatu paket, siapa yang memaketkannya, dan berbagai informasi lain, dapat dilakukan dengan cara berikut:

$ rpm -qi

perhatikan bahwa tidak perlu diberi akhiran rpm. Setelah itu akan tampil di layar informasi yang anda minta.

Selain itu anda juga dapat mengetahui file-file apa saja yang disertakan pada suatu paket dengan cara memberikan perintah berikut:

$ rpm -qil

7. Melihat Informasi Paket yang Belum Terinstalasi
Ada kalanya anda ingin mengetahui informasi mengenai suatu paket, namun paket tersebut tidak ingin anda instal dulu, apakah hal ini bisa dilakukan dengan RPM?

Jawabnya adalah “Ya”. Caranya adalah tambahkan option “p” sebagai berikut:

$ rpm -qipl

Referensi
* Manual RPM online bisa dilihat dengan perintah “man rpm”
* Ed Bailey, Maximum RPM, (www.rpm.org)

source : http://www.konsultanlinux.com/article.php?story=20030918174439528

Ditulis oleh irpan

Disimpan di pengantar

Tidak ada Komentar »

Menggunakan RPM

September 12, 2006

RPM adalah singkatan dari Red Hat Package Manager, sebuah software yang digunakan dalam distribusi Red Hat dan distribusi lain yang merupakan turunan dari Red Hat untuk mengatur paket-paket program yang diinstal. RPM memudahkan dalam menginstal, menghapus maupun mengupgrade paket-paket yang ada dalam sebuah sistem.

Sebuah program yang dijalankan dalam sistem Linux seringkali terdiri dari ratusan file yang harus ditempatkan pada lokasi tertentu, dengan RPM, pekerjaan instalasi, upgrade dan menghapus program tersebut akan menjadi jauh lebih mudah. File-file program, dokumentasi, keterangan mengenai program, dimana file-file program itu nantinya akan diletakkan pada waktu instalasi, berapa ruang hard disk yang diperlukan, paket-paket RPM lain yang dibutuhkan supaya paket tersebut dapat berjalan dan seterusnya dijadikan satu dalam sebuah paket RPM. Ketika sebuah paket RPM diinstal, secara otomatis RPM akan memeriksa apakah sistem tersebut sudah memenuhi syarat untuk program yang akan diinstal dapat berjalan dengan baik, kemudian menjalankan script sebelum dan sesudah program diinstal supaya program tersebut dapat berjalan.

RPM juga memiliki sebuah database yang berisi catatan mengenai file-file dan paket-paket yang sudah terinstal dalam sistem sehingga dapat dengan mudah diketahui paket mana yang sudah terinstal, sebuah file termasuk dalam paket yang mana dan seterusnya. Hal-hal tersebut sangat memudahkan user dalam mengatur program-program dalam sebuah sistem. Penamaan paket RPM memiliki standar tersendiri sebagai berikut:

(nama)-(versi)-(build).(platform).rpm

misalnya:

ymessenger-0.99-11.i386.rpm

dimana 0.99 adalah versi dari paket tersebut dan 11 adalah versi build nya, i386 berarti paket tersebut adalah versi untuk mesin intel 386 keatas.

Menggunakan RPM
RPM dapat diakses dengan menggunakan baris perintah ataupun dengan menggunakan interface grafik dengan program tambahan seperti kpackage, gnorpm, glint.

Keuntungan menggunakan baris perintah adalah tidak terikat pada desktop environment yang ada, dapat digunakan pada komputer yang tidak memiliki Xwindows dan dapat menggunakan wildcard untuk menginstal beberapa paket sekaligus. Untuk melakukan instalasi biasanya harus digunakan user root.

Pada bagian berikut hanya akan diterangkan penggunaan RPM dengan menggunakan baris perintah.

Menginstal Paket
Untuk menginstal paket baru digunakan perintah RPM sebagai berikut:

# rpm i namapaket.rpm

yang harus diperhatikan pada waktu menggunakan perintah diatas, nama file harus diketik dengan lengkap, perhatikan contoh berikut:

# rpm i ymessenger-0.99-11.i386.rpm

dengan menggunakan perintah diatas, paket akan diinstal tanpa mengeluarkan output apa-apa, untuk melihat paket apa saja yang diinstal, tambahkan parameter v (verbose) sehingga perintahnya akan menjadi seperti berikut:

# rpm iv ymessenger-0.99-11.i386.rpm

perintah diatas hanya akan menampilkan paket-paket yang diinstal, untuk dapat melihat proses instalasinya, tambahkan parameter h (hash), perintahnya akan menjadi sebagai berikut:

# rpm ivh ymessenger-0.99-11.i386.rpm

biasanya perintah terakhir diatas yang paling umum digunakan untuk melakukan instalasi. Untuk dapat melihat secara mendetail, file apa saja yang diinstal dalam sistem, gunakan perintah:

# rpm ivv ymessenger-0.99-11.i386.rpm

Instalasi paket RPM juga dapat dilakukan melalui network. RPM memiliki program FTP dan klien Web yang dapat digunakan untuk mengambil paket RPM di internet atau intranet. Jika sistem yang digunakan terhubung dalam sebuah jaringan internet atau intranet, dapat digunakan perintah berikut:

# rpm ivh ftp://ftp.redhat.com/path/namapaket.rpm
# rpm ivh http://di.intranet.com/path/namapaket.rpm

Memeriksa Paket Terinstal
RPM juga dapat digunakan untuk memeriksa paket yang sudah terinstal, hal ini digunakan untuk memeriksa apakah ada file yang berubah atau hilang karena adanya kesalahan sistem atau kerusakan harddisk, dapat pula digunakan untuk melacak adanya pengguna sistem yang tidak diinginkan yang mengacak-acak sistem. Untuk melakukannya, gunakan perintah:

# rpm V namapaket.rpm

parameter V diatas ditulis dengan menggunakan huruf besar, contoh:

# rpm V ymessenger-0.99-11.i386.rpm

atau untuk memeriksa semua paket RPM yang terinstal dalam sistem cukup gunakan perintah:

# rpm Va

perintah ini akan memeriksa dan mencocokkan MD5 sum, ukuran file, symbolic link, waktu modifikasi terakhir, device, user, grup dan hak akses.

Kadang perbedaan memang ada, seperti misalnya ketika kita mengedit sebuah file konfigurasi, tentunya akan ada perubahan ukuran dan waktu modifikasi jika diperiksa dengan menggunakan perintah diatas.

Tetapi biasanya file binary tidak berubah, jadi harus diwaspadai ketika ada perubahan pada file /bin/login, kemungkinan sistem tersebut sudah pernah dimasuki oleh orang-orang yang tidak diinginkan.

Mengupgrade Paket
Untuk melakukan upgrade versi baru pada paket yang sudah terinstal, digunakan perintah:

# rpm Uvh namapaket.rpm

perlu diperhatikan bahwa parameter U harus ditulis dengan huruf besar, contohnya sebagai berikut:

# rpm Uvh ymessenger-0.99-11.i386.rpm

perintah diatas tetap akan menginstal paket walaupun sebelumnya paket tersebut tidak ada. Untuk mengupgrade hanya paket yang sudah ada di dalam sistem, gunakan perintah berikut:

# rpm Fvh ymessenger-0.99-11.i386.rpm

Mendowngrade Paket
Ada kalanya paket RPM yang baru tidak berjalan dengan baik karena masih memiliki bug ataupun hal lainnya sehingga harus dikembalikan ke versi lamanya, untuk memasang versi lama tersebut ke dalam sistem digunakan perintah berikut:

# rpm Uvh -oldpackage namapaket.rpm

contohnya adalah sebagai berikut:

# rpm Uvh -oldpackage ymessenger-0.99-11.i386.rpm

Menghapus Paket
Kadang ada paket yang sudah tidak digunakan dan akan dihapus dari sistem, untuk itu gunakan perintah:

# rpm e namapaket

misalnya:

# rpm e ymessenger

kadang ada paket lain yang membutuhkan file dari paket yang akan dihapus, jika ini terjadi, maka perintah diatas akan mencetak pesan kesalahan, untuk memaksa supaya paket tersebut tetap dihapus, gunakan parameter –nodeps, sehingga perintahnya menjadi seperti berikut:

# rpm e –nodeps ymessenger

Melihat Paket Terinstal
Untuk melihat paket apa saja yang sudah ada di dalam sistem digunakan perintah:

# rpm -qa

ketika perintah tersebut dijalankan, maka akan dicetak seluruh paket RPM yang terinstal di dalam sistem, untuk menampilkan hanya paket tertentu saja, perintah ini dapat digabungkan dengan perintah grep, misalnya untuk mencari paket yang mengandung kata ftp, perintahnya:

# rpm qa | grep ftp

karakter pipe (|) digunakan untuk memasukkan hasil dari perintah di sebelah kiri sebagai inputan untuk perintah di sebelah kanannya.

Melihat Daftar File dalam suatu Paket
Untuk melihat daftar file yang ada dalam sebuah paket RPM, gunakan perintah berikut:

# rpm ql namafile.rpm

contohnya:

# rpm ql ymessenger-0.99-11.i386.rpm

perintah diatas akan menampilkan daftar file yang ada dalam sebuah paket RPM.

Melihat Deskripsi Paket Terinstal
Untuk melihat deskripsi paket yang sudah terinstal dalam sistem, gunakan perintah:

# rpm qi namapaket.rpm

contohnya:

# rpm qi ymessenger-0.99-11.i386.rpm

Melihat Asal Paket dari suatu File
Untuk melihat asal paket dari sebuah file yang sudah terinstal di dalam sebuah sistem, gunakan perintah:

# rpm q –whatprovides /path/ke/file/namafile

contohnya:

# rpm q –whatprovides /opt/ymessenger/bin/ymessenger

Melihat Kebutuhan sebuah Paket
Untuk melihat sebuah paket RPM membutuhkan paket RPM apa saja untuk dapat berjalan, gunakan perintah:

# rpm qR namapaket.rpm

atau untuk paket yang belum terinstal, gunakan perintah:

# rpm qpR namapaket.rpm

contohnya:

# rpm qR ymessenger-0.99-11.i386.rpm

Masalah yang Sering Terjadi
Masalah yang sering terjadi dalam menggunakan RPM adalah ketergantungan suatu paket dengan paket yang lainnya, misalnya ketika menginstal paket A, ternyata paket A membutuhkan paket B, tetapi RPM akan memberitahu nama paket atau program yang diperlukan.

Catatlah nama paket atau program yang dibutuhkan tersebut, kemudian cari pada CD distribusinya, cari paket dengan nama yang mirip dengan nama paket atau program yang diperlukan tersebut. Ada kalanya paket yang diperlukan tersebut memerlukan paket lainnya lagi, sehingga proses ini mungkin akan menjadi panjang.

Cara lain yang dapat digunakan adalah dengan menggunakan situs RPMFind (http://www.rpmfind.net) atau RPMBone (http://rpm.pbone.net), ketikkan nama paket atau program yang diperlukan pada halaman utama situs tersebut, hasil pencarian akan menampilkan paket-paket yang berhubungan dengan paket yang dicari.

Situs tersebut juga dapat menampilkan informasi kebutuhan paket dari suatu paket RPM. Sesudah diketahui paket apa saja yang diperlukan, paket tersebut dapat di download pada situs tersebut atau dapat dicari pada CD distribusinya.

Kadang dapat terjadi juga paket-paket yang saling membutuhkan, misalnya syarat untuk paket A dapat diinstal adalah paket B, tetapi ketika paket B akan diinstal, dia membutuhkan paket A. hal ini dapat diatasi dengan menggunakan parameter –nodeps, contohnya:

# rpm ivh –nodeps namapaket.rpm

Kadang juga dapat terjadi sebuah paket dengan versi yang sama atau lebih baru dilaporkan sudah terinstal, padahal paket tersebut belum terinstal, gunakan parameter force untuk memaksa instalasi paket tersebut:

# rpm ivh –force namapaket.rpm

Hati-hati dalam menggunakan parameter –nodeps dan –force karena kadang hal tersebut akan menyebabkan program tidak berjalan dengan baik.

Kadang sebuah paket gagal diinstal karena library yang ada di dalam sistem memiliki versi yang lebih baru daripada library yang diperlukan oleh paket tersebut. Hal ini biasanya dapat diatasi dengan membuat sebuah link (shortcut) dari library yang ada dalam sistem tersebut dengan nama yang sama dengan library yang diperlukan oleh paket yang akan diinstal. Misalnya sebuah paket RPM memerlukan library yang bernama library.so.3, sedangkan library yang ada di dalam sistem adalah library.so.4 (versi yang lebih baru), untuk itu buat sebuah link dengan perintah sebagai berikut:

# ln -s /usr/lib/library.so.3 /usr/lib/library.so.4

Perintah diatas akan membuat sebuah file yang bernama library.so.3 yang merupakan link ke file library.so.4.

Setelah itu coba instal sekali lagi paket RPM tersebut. Jika library yang ada di dalam sistem memiliki versi yang lebih lama, maka library tersebut sebaiknya di upgrade. Masalah lain lagi yang jarang terjadi adalah masalah versi RPM, pada distribusi Linux versi lama, RPM yang digunakan adalah RPM versi 3 sedangkan dalam distribusi Linux yang baru, digunakan RPM versi 4. Paket yang dibuat dengan menggunakan RPM versi 4 tidak dapat dibuka pada RPM versi 3. Jika hal ini terjadi, hal yang dapat dilakukan adalah mengupgrade RPM yang ada di dalam sistem tersebut dengan RPM versi 4.

Menggunakan Midnight Commander
Midnight Commander atau sering disingkat dengan mc, adalah sebuah file manager yang berjalan di dalam Linux, paket ini sering terdapat pada distribusi-distribusi Linux yang ada. Jalankan program ini dengan mengetikkan perintah mc, setelah itu anda dapat membuka sebuah paket RPM seperti anda membuka sebuah direktori. Anda juga dapat mengkopi sebuah file dari sebuah paket RPM dengan menggunakan mc.

 

make instal

Maret 13, 2008

make install

hanya sedikit program yang dapat dikonfigurasi dengan menu dan skrip. Dalam beberapa kasus, Anda

harus melakukan perubahan pada berkas konfigurasi secara manual. Kesalahan dalam penulisan berkas

konfigurasi menyebabkan Anda melakukan restart pada proses konfigurasi.

 

fasilitas edit pada linux vi & instal paket software pada linux redhat rpm

Maret 12, 2008

Editor vi

Vi adalah full screen editor, artinya editor tersebut dapat memanfaatkan

fasilitas satu layar penuh. Vi mempunyai 2 buah modus, yaitu :

• Command line

Editor vi mengintepretasikan input sebagai instruksi untuk dieksekusi oleh

editor, contoh seperti mencari teks, mengganti teks secara otomatis dan

lainnya.

• Editing

Editor vi mengintepretasikan input sebagai teks yang akan dimasukkan ke

dalam buffer editor.

Pada bagian bawah layar akan tampil teks

“INSERTING”.

Pada awal vi dijalankan, maka program memasuki command mode.

Dengan menekan tombol “i” maka akan memasuki editing. Untuk kembali ke

command mode, tekan tombol Esc.

RPM

Salah satu utilitas yang paling powerful dan inovatif dari RedHat Linux adalah RPM, RedHat Package Manager. Teknologi RPM adalah sebuah cara yang paling mudah untuk melakukan instalasi, uninstalasi, ugrade, query, verify dan mem-build paket software.

Paket software RPM adalah sebuah arsip dari file-file dengan beberapa informasi yang berhubungan dengan file-file tersebut, seperti nama, versi dan deskripsinya.

Berbeda dengan cara tradisional menggunakan file tar.gz, metode RPM membuat user tidak direpotkan masalah manajemen file seperti letak file, direktori dsb.

Untuk menjalankan RPM sangat mudah, berikut ini adalah perintah umum untuk:

In stall

Upgrade

Uninstalasi

rpm -e [option] [nama_paket]

Untuk uninstalasi tidak dipakai nama paket RPM tapi nama paket itu sendiri. Dependency error juga terjadi bila paket yang ingin di uninstalasi dibutuhkan oleh program lain. Gunakan – -nodeps bila ingin tetap menghapusnya. Untuk uninstalasi ini sebaiknya dilakukan dengan meng-uninstalasi paket-paket sesuai urutan dependency-nya

Query

rpm -q [option] [nama_paket]

misal:

rpm -ql kernel

Option l menampilkan semua file yang dimiliki oleh paket kernel.

Verify

rpm -V [nama_paket]

misal:

rpm -V bash

Verify digunakan untuk mendeteksi bila terdapat masalah saat instalasi. RPM akan membandingkan paket yang telah di instalasi dengan informasi yang terdapat pada file paket RPM aslinya. Bila tidak ada kesalahan, RPM tidak menampilkan sesuatu

mount,tar,usr,var,tmp

Februari 27, 2008

MOUNT: Perintah ini sksn me-mount file system sesuatu direktori atau mount. Point yang telah tentukan . hanya superuser yang bisa menjalankan perintah ini untuk melihat file system apa saja berserta mount-pointnya saat itu.

TAR:   memyimpan dan mengekstrak file dari media seperti: tape drive atau hard disk 

USR:   berisi semua program dan file secara langsung berhubungan setiap usr dalam system

TMP:   untuk menampung file-file sementara

VAR:  menampung varying content adalah macam-macam file


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.